Kemenparekraf gelar pelatihan “room attendant” hotel terkait protokol kesehatan

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tengah menggelar pelatihan bagi petugas kebersihan kamar atau staf kamar hotel dalam upaya memastikan terlaksananya protokol kesehatan.

Perwakilan Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Baparekraf Wisnu Bawa Tarunajaya dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, mengatakan, asisten kamar merupakan pekerja yang berperan penting di bidang perhotelan.

“Petugas kamar memegang peranan penting dalam menjaga kebersihan ruangan bagi para tamu yang sangat terkait dengan kepuasan para tamu hotel,” kata Wisnu.

Baca juga: Hotel dan restoran diminta memahami mekanisme pembiayaan travel grants

Pelatihan juga bertujuan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dan pelaku pariwisata yang terlibat di sektor perhotelan serta memberikan pemahaman tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE (hygiene, health, safety, dan environment sustainability) selama adaptasi kebiasaan baru.

Pengurus juga bertugas membersihkan area umum hotel, mengelola penyimpanan barang yang hilang, dan menangani binatu dan dry cleaning.

Oleh karena itu, sebagai kebersihan dan kebersihan kamar dan area hotel, staf kamar perlu mendapatkan pengetahuan dan pandangan tentang protokol CHSE dalam menerapkannya di tempat kerja masing-masing dalam upaya menghidupkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pasca wabah COVID-19.

Baca juga: Kemenparekraf menerbitkan buku pedoman tentang protokol kesehatan hotel dan restoran

Dalam latihan ini, petugas ruangan juga diberikan instruksi yang telah dibuat dan dicatat oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Baparekraf dalam manual protokol kesehatan bidang perhotelan. Indonesia hidup kembali, ”ujarnya.

Wisnu berharap melalui ruang pelatihan ini para staf memiliki pengetahuan dan wawasan tentang pentingnya penerapan protokol CHSE di sektor perhotelan, mengingat saat ini terjadi pergeseran tren pariwisata dari pariwisata murah menjadi bersih dan bersih.

Baca:  Hotel dan restoran diminta pahami mekanisme dana hibah pariwisata

“Pengetahuan dan peningkatan kemampuan untuk menerapkan protokol CHSE di antara staf kamar dapat meningkatkan kepercayaan wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia. Saya yakin fasilitas hotel yang bersih dapat meningkatkan tingkat hunian kamar hotel yang mengalami penurunan akibat pandemi COVID-19,” kata Wisnu.

Baca juga: Kemenparekraf dorong operator hotel dan restoran mengadopsi protokol kesehatan

Pelatihan ini berlangsung pada 10-13 November 2020 di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Senam yang diikuti oleh 20 staf kamar yang pekerjaannya terkena pandemi COVID-19 ini digelar di dua lokasi berbeda, yakni di Aula Distrik Tomia untuk sesi teori dan Hotel Abi Jaya Tomia untuk sesi praktik.