Kemenparekraf gencar lakukan promosi untuk bangkitkan pariwisata Indonesia

Kemenparekraf gencar lakukan promosi untuk bangkitkan pariwisata Indonesia

Sukabumi, Jawa Barat (ANTARA) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pada periode baru penyesuaian adat ini gencar melakukan promosi untuk menghidupkan kembali dunia pariwisata di Indonesia yang kian merosot akibat pandemi COVID-19.

“Tidak hanya sebatas memberikan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat sekitar objek wisata, namun dengan dibukanya kembali sebagian besar tempat wisata seperti rafting, tentunya kami segera berpromosi untuk mendatangkan wisatawan,” ujar Direktur Promosi Pariwisata Minat Khusus Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Adella Raung di Sukabumi, Jawa. Barat, Senin.

Baca juga: Kerugian operator arung jeram akibat COVID-19 mencapai Rp 39,9 miliar

Menurut Adella, salah satu promosinya adalah dengan membuat video tentang prosedur operasi standar (SOP) kegiatan di destinasi wisata seperti rafting sesuai protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran COVID-19.

Ia melanjutkan, promosi dan sosialisasi ini untuk meningkatkan kepercayaan wisatawan domestik maupun mancanegara agar bisa datang ke berbagai tempat wisata di Indonesia untuk memastikan tempat wisata tersebut aman dari penularan COVID-19.

Baca juga: Kemenparekraf memberikan bantuan kepada operator arung jeram yang terdampak COVID-19

Akibat wabah ini, wisatawan saat ini sangat berhati-hati dalam memilih destinasi wisata yang aman. Dengan pembuatan video kegiatan pariwisata yang akan ditampilkan dalam acara promosi tersebut, wisatawan akan mengetahui bahwa destinasi yang mereka kunjungi telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Promosi yang kita lakukan tentunya harus didukung oleh pelaku usaha di bidang pariwisata dengan menyesuaikan kebiasaan baru ditempatnya, menerapkan protokol kesehatan untuk memastikan wisatawan yang datang aman dari penyebaran COVID-19,” imbuhnya.

Baca juga: PT Jamkrindo membantu menghidupkan kembali dunia pariwisata di Sukabumi

Di sisi lain, Adella mengatakan saat melakukan kunjungan kerja ke beberapa operator arung jeram di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ditemukan bahwa dalam satu perahu karet digunakan enam orang. Selama masa normal baru ini, jumlah orang harus dikurangi agar mereka tidak duduk bersama atau menjaga jarak.

Baca:  "Travel Storytelling" efektif promosikan destinasi wisata budaya

Protokol ini harus menjadi perhatian setiap operator wisata arung jeram ketika kegiatan arung jeram dibuka kembali di kawasan ini. Saat berusaha menarik wisatawan untuk berkunjung, jangan sampai objek wisata tersebut menjadi grup baru COVID-19.