Kemenparekraf resmi buka pendaftaran program Bantuan Insentif Pemerintah

Kemenparekraf resmi buka pendaftaran program Bantuan Insentif Pemerintah

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah resmi membuka pendaftaran program Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) dengan anggaran Rp 24 miliar.

Sektor pariwisata dikhususkan untuk homestay dan 13 jenis usaha pariwisata yang kesemuanya harus berlokasi di desa wisata, kata Wakil Menteri Perindustrian dan Penanaman Modal Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Baparekraf, Fadjar Hutomo di Jakarta, Jumat.

BIP merupakan program tahunan yang diadakan sejak tahun 2017 yang bertujuan untuk memberikan tambahan modal kerja dan / atau investasi aset tetap kepada pelaku usaha yang tergabung dalam 6 (enam) subsektor ekonomi kreatif (aplikasi digital dan pengembangan game, fashion, kerajinan, kuliner, dan film) ) dan sektor pariwisata.

Baca juga: Kemenparekraf Dorong UMKM Manfaatkan Program Bantuan Insentif Pemerintah

Dengan setiap tahun pelaksanaannya, BIP terus mengalami peningkatan jumlah penerima dan penyaluran dana. Pada tahun pertama pelaksanaan, BIP diberikan kepada 34 penerima dari 19 subsektor kuliner dan 15 Digital Applications and Game Developers (AGD) dengan total dana Rp 5,26 miliar.

Sementara pada tahun 2018, BIP disalurkan kepada 52 penerima (14 kuliner, 12 AGD, 13 fashion, dan 13 kerajinan dengan total produksi sekitar 4,7 miliar rupiah.Tahun lalu, BIP diberikan kepada 62 penerima dari 5 subsektor ekonomi kreatif, yaitu kuliner. , AGD., Fashion, Kriya, dan Film Total belanja dana yang disediakan tahun lalu Rp 5,8 miliar, sedangkan tahun ini belanja BIP diperkirakan Rp 24 miliar.

Fadjar Hutomo mengatakan, meski anggaran yang diberikan semakin besar, Kemenparekraf / Baparekraf tetap melakukan seleksi dan kurasi dengan melibatkan praktisi berpengalaman. Pola pendekatan yang digunakan untuk sumber pendanaan adalah dengan mempertimbangkan pemberdayaan tenaga kerja kreatif berbakat untuk meningkatkan kapasitas usahanya dan menghasilkan lebih banyak produksi dan kualitas hasil karyanya.

“Oleh karena itu, diharapkan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai pelaku utama dapat memanfaatkan anggaran yang dialokasikan untuk kelangsungan kemajuan dan ekspansi usaha,” kata Fadjar.

Baca juga: Indonesia angkat isu peningkatan kompetensi SDM pariwisata di forum G20

Plt. Direktur Akses Keuangan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Baparekraf Hanifah Makarim menjelaskan program Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) tahun ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu normal dan afirmatif. Untuk kategori normal, BIP dapat diberikan kepada pelaku usaha berbadan hukum seperti PT, koperasi, dan yayasan / asosiasi dengan maksimal bantuan Rp 200 juta.

Baca:  Bali dinobatkan jadi destinasi wisata terbaik dunia pilihan wisatawan

Sedangkan kategori asersi dapat diberikan kepada anggota usaha yang belum bergabung seperti UD, Firma, atau CV dengan bantuan maksimal Rp. 100 juta.

"Namun, nilainya tetap bergantung pada kurator saat mengurus proposal yang diajukan pelaku usaha," kata Hanifah Makarim.

Kedepannya BIP diharapkan dapat dimaksimalkan oleh para pelaku usaha, antara lain untuk penyewaan ruang kerja dan software, pembelian bahan baku, peralatan dan mesin pendukung.

“BIP berbentuk hibah, tapi bukan berarti bisa sembarangan tanpa tanggung jawab. Dalam menerima dana BIP, pemilik usaha harus melaporkan penggunaan dana sesuai dengan permohonannya. Oleh karena itu, tidak boleh ada penyimpangan penggunaan dana di luar usulan yang diajukan. , kami akan melakukan pemantauan dan pemantauan, ”kata Hanifah.

Baca juga: DPR Setuju Anggaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2020 dipotong Rp2.045 triliun

Untuk mendapatkan pendampingan ini, seluruh peserta harus melalui 8 tahapan yaitu pengajuan proposal, seleksi administrasi, mekanisme pemilihan material, penetapan penerima manfaat, pengikatan komitmen UKM, pendampingan dilusi, pelaporan dan pertanggungjawaban, serta monitoring, penanganan dan evaluasi.

“Pengajuan resmi proposal dibuka mulai hari ini hingga bulan depan. Semua proses di BPI dilakukan secara gratis dan semua informasi akan dikomunikasikan oleh panitia melalui jalur resmi seperti email dan website,” kata Hanifah.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio mengatakan, peningkatan dana BIP tahun ini diharapkan menjadi stimulus nyata bagi pelaku ekonomi kreatif dan pelaku pariwisata.

“Apalagi dalam situasi saat ini bangkit dari pandemi COVID-19 yang berdampak besar pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Tetap semangat, tetap positif dan kreatif,” kata Wishnutama.

Pengusaha ekonomi kreatif dan pariwisata dapat mendaftar BIP secara online dan membaca petunjuk teknis melalui http://bip.kemenparekraf.go.id/ atau http://www.kemenparekraf.go.id yang dibuka mulai 9 Juli 2020 dan ditutup pada 7 Agustus 2020.