Kemenparekraf terbitkan buku panduan protokol kesehatan hotel dan restoran

Kemenparekraf terbitkan buku panduan protokol kesehatan hotel dan restoran

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah menerbitkan buku pedoman tentang protokol kesehatan di sektor hotel dan restoran.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, Selasa mengatakan, industri pariwisata harus mempersiapkan diri agar mampu menjamin kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan yang tinggi untuk produk dan layanan yang diberikan kepada wisatawan.

Oleh karena itu, perlu ada pedoman praktis bagi industri pariwisata dalam menyediakan produk dan jasa yang bersih, sehat, aman dan ramah lingkungan, khususnya hotel dan restoran, kata Wishnutama.

Baca juga: Kemenparekraf dorong operator hotel dan restoran mengadopsi protokol kesehatan

Buku pedoman protokol kesehatan ini merupakan turunan dari Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07 / Menkes / 382/2020 tentang Protokol Kesehatan Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Operasi COVID-19.

Penyusunan buku pedoman protokol kesehatan juga melibatkan berbagai pihak yaitu asosiasi pengusaha hotel dan restoran, asosiasi profesi yang terkait dengan sektor perhotelan dan restoran, serta akademisi tetap mengacu pada protokol kesehatan dari Kementerian Kesehatan dan petunjuk Percepatan Satgas COVID-19.

Buku pegangan ini terdiri dari dua topik utama, yaitu pedoman umum dan pedoman khusus.

Baca juga: Paramedis meminta restoran di tujuan wisata yang disiplin untuk menerapkan protokol kesehatan

Pedoman umum mencakup pengelolaan atau tata kelola hotel dan restoran seperti mengamati informasi dan imbauan terbaru serta instruksi dari Pemerintah Pusat dan Daerah tentang COVID-19 di wilayahnya, menetapkan Prosedur Operasi Standar (SOP), menyiapkan dan menerbitkan saran tertulis, dan menerapkan protokol kesehatan. kebutuhan pokok bagi karyawan, tamu, dan pihak lain yang aktif di hotel dan restoran, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Baca:  Kemenparekraf dorong pelaku UMKM pasarkan produk lewat platform digital

Sedangkan pedoman khusus mencakup tiga jalur pelayanan hotel dan restoran mulai dari pintu masuk kamar pegawai yaitu pedoman bagi pemberi kerja dan pengelola fasilitas yang harus disediakan, pedoman bagi tamu, dan pedoman bagi pegawai.

Penerapan protokol kesehatan sangat penting dilakukan dengan baik. Karena ini merupakan salah satu bentuk upaya untuk mendorong pergerakan sektor parekraf, sekaligus meningkatkan kepercayaan dan produktivitas masyarakat agar merasa aman dari COVID-19.

Baca juga: Pemain kuliner didorong untuk cepat beradaptasi dengan yang baru

Buku pedoman ini juga dapat menjadi rujukan bagi Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten / Kota, serta asosiasi pengusaha dan profesi terkait hotel dan restoran untuk sosialisasi, edukasi, simulasi, pengujian, pendampingan, pembinaan, pemantauan dan penilaian dalam penyelenggaraan Hygiene, Kesehatan, Keamanan. dan Kelestarian Lingkungan (CHSE) untuk meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan, reputasi bisnis, dan tujuan wisata.

Dengan adanya buku pedoman ini, Menparekraf Wishnutama Kusubandio berharap dapat meningkatkan pemahaman para pihak terkait bisnis hotel dan restoran dalam melaksanakan protokol kesehatan dan dapat berkontribusi untuk menghidupkan kembali industri pariwisata berkualitas Indonesia.

Pelaku Parekraf yang ingin mengetahui lebih jauh tentang buku pedoman protokol kesehatan di bidang hotel dan restoran dapat menelusuri link https://www.kemenparekraf.go.id/post/punjuk-pelaksana-keburnian-kkes-keselamatan-dan-kelestari- lingkungan -untuk-parecraf-sector.