Kemenparekraf umumkan 232 pelaku parekraf penerima BIP tahun 2020

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf / Baparekraf) mengumumkan sebanyak 232 pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif, sebagai penerima Program Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) 2020.

Perwakilan Bidang Perindustrian dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Baparekraf, Fadjar Hutomo, dalam keterangannya, di Jakarta, Senin, menjelaskan bahwa BIP merupakan program tahunan yang dilaksanakan sejak 2017 yang bertujuan untuk memberikan tambahan modal kerja dan investasi aset tetap kepada pelaku usaha di Indonesia. sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. .

Baca juga: Kemenparekraf resmi membuka pendaftaran program Bantuan Insentif Pemerintah

Setelah kami melakukan proses seleksi dan seleksi yang melibatkan praktisi berpengalaman, kami telah menetapkan 232 pengusaha pariwisata dan ekonomi kreatif yang akan menerima BIP. Dengan adanya program BIP ini diharapkan para pekerja kreatif yang bertalenta dapat meningkatkan kapabilitas usahanya serta menghasilkan produksi dan karya yang lebih berkualitas, ujar Fadjar Hutomo.

Pengumuman ini kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai komitmen kesepakatan kerjasama antara calon penerima BIP dengan pihak pembuat komitmen yaitu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Direktorat Akses Keuangan. Briefing dan penandatanganan akan berlangsung pada 2-3 November 2020, di DoubleTree by Hilton Hotel, Jakarta.

Setelah penandatanganan perjanjian kerjasama dan penarikan dana, kami akan memantau dan mengevaluasi penggunaan dana BIP. “Dari APBN, penggunaan dana BIP harus transparan dan bertanggung jawab oleh setiap pelaku usaha,” ujarnya.

Ia berharap, para penerima program BIP dapat menjadi motivasi dan panutan yang baik bagi para pelaku pariwisata dan ecraf yang mampu bertahan dan meningkatkan kapasitas usaha di tengah wabah. Pasalnya, program BIP 2020 dimaksudkan sebagai bentuk pengurangan dampak ekonomi pandemi terhadap sektor bisnis pariwisata dan ekonomi kreatif.

Baca:  Menparekraf apresiasi penyelenggaraan pesta musik Prambanan Jazz 2020

Baca juga: Kemenparekraf Dorong UMKM Manfaatkan Program Bantuan Insentif Pemerintah

Direktur Akses Keuangan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Baparekraf, Hanifah Makarim menjelaskan, program BIP tahun ini terbagi dalam dua kategori, yakni normal dan afirmatif. Untuk kategori reguler, BIP diberikan kepada 96 pelaku usaha berbadan hukum seperti PT, koperasi, dan yayasan / asosiasi dengan maksimal bantuan Rp 200 juta.

Sedangkan kategori asersi diberikan kepada 136 pelaku usaha tidak berbadan hukum berupa UD, Firma, atau CV, dengan bantuan maksimal Rp 100 juta. Dengan komposisi subsektor yaitu sektor kuliner 59 penerima, fashion 35 penerima, kerajinan 34 penerima, 34 penerima lamaran, 33 penerima pariwisata, 26 penerima film, dan 11 penerima permainan.

Demografi penerima BIP tahun ini lebih luas dan lebih merata dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Penerima berasal dari 21 provinsi, di mana lima provinsi terbesar adalah Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta, kata Hanifah Makarim.

Baca juga: Menparekraf berharap saluran TV SEA Today juga dapat mempromosikan sektor pariwisata Indonesia

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan setiap tahun BIP terus mengalami peningkatan jumlah penerima dan penyaluran dana. Tahun ini total dana yang diberikan sebesar Rp25.980.947.161 kepada 232 pelaku usaha.

Dana BIP yang tumbuh tahun ini diharapkan dapat menjadi pendorong nyata bagi pariwisata dan ekonomi kreatif. Selamat kepada para penerima, semoga para pengusaha tetap semangat dan optimis di tengah situasi pandemi, ujarnya.

Peserta yang ingin mengetahui hasil pengumuman penerima program BIP 2020 dapat melihat-lihat website resmi https://bip.kemenparekraf.go.id/ dan media sosial BIP.