Kumunitas seniman TMII bergantung pada donasi untuk menyambung hidup

Kumunitas seniman TMII bergantung pada donasi untuk menyambung hidup

Jakarta (ANTARA) – Komunitas seniman Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menyatakan penghasilan mereka untuk bertahan hidup bergantung pada sumbangan karena Pemprov DKI Jakarta menutup tempat hiburan dalam jarak sosial skala besar (PSBB).

"Teman-teman menggelar konser virtual dengan berbagai headline dan cara berdonasi, tapi artis tidak harus berkarya dengan ikut konser," kata Koordinator Seniman Tari dan Musik Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Armen, di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Wayang kulit Ramaikan Malam Tahun Baru di TMII

Menurut Armen PSBB yang diterapkan secara terus menerus, telah menutup ruang kreativitas agar karya seniman menghasilkan pendapatan.

Penutupan sementara kawasan wisata TMII dalam upaya mencegah penyebaran COVID-19 justru telah menjadi 'kuburan hidup'. untuk Armen dan ratusan temannya.

“TMII misalnya, PSBB terus mematikan kegiatan kita, TMII sekarang seperti kuburan hidup buat kita, kegiatan mati karena ditangani petugas,” ujarnya.

Baca juga: ANRI, Kemensetneg dan TMII Gelar Pameran Kearsipan di Nusantara

Satu-satunya kesempatan untuk mendapatkan penghasilan, kata Armen, hanya melalui konser virtual yang memanfaatkan fasilitas media sosial dengan memasukkan permintaan donasi.

Armen mengatakan konser tidak bisa diadakan dengan sumbangan, karena artis harus bekerja.

"Bagi saya, agak disayangkan kalau artis melakukan itu (kontribusi melalui konser virtual). Saya khawatir saat COVID-19 berakhir, artis akan meneruskan kebiasaan ini. Sedangkan artis berkepentingan menjaga jiwa budaya," ujarnya.

Baca juga: TMII rayakan tahun baru dengan kembang api dan wayang

Donasi yang dikumpulkan melalui konser virtual terkadang tidak sesuai dengan harapan untuk memenuhi kebutuhan dasar anggota.

“Tapi saya tidak bisa menyalahkan teman-teman, karena gerakan kita sudah tidak ada lagi. Kontribusi butuh waktu dan tenaga, kadang malah kadang tidak pendapatan,” ujarnya.

Baca:  Kemenparekraf gencar lakukan promosi untuk bangkitkan pariwisata Indonesia