Menparekraf ajak kaum milenial memanfaatkan platform digital garap parekraf

Menparekraf ajak kaum milenial memanfaatkan platform digital garap parekraf

Jakarta (ANTARA) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengajak para milenial memanfaatkan platform digital untuk menjadi wirausaha dan memanfaatkan peluang di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Mengutip Wishnutama, Selasa, menyampaikan bahwa platform digital merupakan salah satu peluang besar di tengah maraknya wabah ini untuk memperoleh pendapatan.

Sahabat milenial harus memanfaatkan peluang yang tersedia. Misalnya membuat aplikasi yang dapat mendukung pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia serta menciptakan peluang ekonomi. Ke depan, upaya progresif merupakan upaya yang dapat menyelesaikan masalah secara alamiah, ujar Wishnutama.

Baca juga: Pameran Virtual Fairy Tale diadakan untuk melestarikan cerita rakyat tradisional

Wishnutama mengatakan percepatan digitalisasi saat pandemi COVID-19 menunjukkan peluang tumbuhnya pariwisata dan ekonomi kreatif yang harus dimanfaatkan oleh generasi milenial.

“Banyak hal yang harus dilakukan melalui platform digital. Apa maksudnya? Di saat yang sama ada peluang baru, banyak peluang baru yang terjadi. Saya yakin milenium bisa melihat peluang ini lebih baik lagi,” kata Wishnutama.

Parafrase melanjutkan bahwa pemerintah telah memberikan akses yang lebih mudah ke modal. Jadi ini harus dimanfaatkan oleh para millennium sebagai kesempatan emas untuk mulai mencari ide-ide menarik. Ide tersebut kemudian dapat diwujudkan melalui produk-produk inovatif yang keberadaannya dapat menyelesaikan permasalahan sosial di tengah wabah penyakit.

“Milenial juga harus melek informasi, seperti acara start up makanan kemarin, ada 1000 daftar, dipilih 100, lalu kita cari 100 investor. Bayangkan tidak ada yang namanya perkuliahan. Pemerintah memberikan kesempatan seperti itu, memberikan akses permodalan. Badan hukum berbentuk PT. Kalau sekarang generasi mudanya tidak memanfaatkan peluang tersebut, sayang sekali, ”kata Wishnutama.

Baca juga: Ekonom kreatif difasilitasi dengan bekerja sama dengan mitra global melalui G-CINC

Wishnutama mengatakan, dalam memulai usaha tidak jarang seseorang gagal. Karena itu, ia meminta generasi milenial tidak menyerah dan takut gagal. Sebab, kegagalan adalah salah satu cara menuju sukses.

“Saya percaya dengan teori ini, semakin kita gagal dalam usaha, semakin besar hasilnya. Itulah teori yang telah saya alami selama ini. Jadi, jika kita gagal 3 sampai 4 kali, semangat harus lebih tinggi, karena kita tahu apa sebenarnya diri kita. hebat dan menakjubkan, "katanya.

Baca:  Blue Coral di Perairan Pulau Abang jadi andalan parwisata bahari Kota Batam

Ia juga fokus pada tantangan pemerintah dalam mengembangkan produk lokal, yaitu mendorong masyarakat agar bangga dengan produk buatan dalam negeri. Pasalnya, masih banyak masyarakat yang tidak percaya dengan kualitas produk dalam negeri.

Jika kita tidak harus memaksakan makanan enak, otomatis kita akan menemukan makanan Indonesia, usahanya tidak terlalu berat untuk kebutuhan dalam negeri. Namun terkadang kerajinan dan fashion Indonesia masih memilih produk luar negeri. Kita harus mendorong ini untuk lebih meningkatkan kualitas, pengemasan, pemasaran, akses permodalan. Dari subsektor kreatif, tidak hanya itu ada film, musik, animasi, seni pertunjukan, banyak yang punya peluang luar biasa, ”terangnya.

Baca juga: Kemenparekraf berharap ada komitmen banyak pihak untuk menjalankan dana hibah pariwisata

Sementara itu, Presiden Joko Widodo dalam sambutannya pada acara peresmian UMKM Coil Festival mengatakan bahwa milenium diminta untuk dapat segera beralih dari teknologi offline ke digital. Menurutnya, pandemi ini juga memaksa setiap orang untuk mengubah cara kerja, belajar, makan, dan bertransaksi hingga sebagian besar dilakukan di pasar online.

“Di sisi lain, potensi pasar digital kita tumbuh optimal karena populasi kita terbesar keempat di dunia, 270 juta orang. Penetrasi pasar internet meningkat signifikan setiap tahun, di tengah potensi pasar yang besar ini, hanya 8 juta atau 13 persen dari 64 juta “Pelaku UMKM yang sudah terintegrasi dengan teknologi digital,” kata Jokowi

Presiden Jokowi optimistis produk lokal Indonesia bisa bergerak dan berkembang pesat. Apalagi jika menjadikan UMKM milik generasi milenial sebagai motivator.

“Saya yakin UMKM kita akan bisa naik kelas dengan cepat dengan menjadikan UMKM milenial sebagai motivator. Anak muda memiliki kemampuan dan kelebihan karena merupakan bagian dari generasi digital native yang sangat paham dengan literasi teknologi, sehingga prosesnya pasti lebih mudah dan cepat. kata Jokowi.