Menparekraf imbau pengelola bioskop agar ketat terapkan protokol kesehatan

Menparekraf imbau pengelola bioskop agar ketat terapkan protokol kesehatan

Jakarta (ANTARA) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio meminta pengelola bioskop tegas dalam menerapkan protokol kesehatan selama beroperasi untuk mencegah penyebaran virus corona.

Wishnutama Kusubandio dalam keterangannya pada Kamis menyambut baik keputusan sejumlah pemerintah daerah dan satuan tugas operasi COVID-19 untuk memberikan izin bioskop untuk memulai operasi terbatas. Ia mengatakan hal itu untuk memberi ruang bagi industri kreatif untuk bangkit kembali di tengah situasi pandemi COVID-19.

Pembukaan kembali bioskop di DKI Jakarta dan sejumlah daerah akan merangsang dunia perfilman dan insan kreatif di Indonesia, kata Wishnutama.

Baca juga: Promosi Pariwisata Northland Melalui Kompetisi Video Sinematik Diapresiasi

Wishnutama mengatakan, Kemenparekraf / Baparekraf telah menyusun dan mengeluarkan buku panduan atau buku panduan tentang protokol kesehatan berbasis CHSE (Hygiene, Health, Safety, and Environmental Sustainability) bagi pengelola dan pengunjung bioskop. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Baparekraf juga terus mengkampanyekan pelaksanaan protokol kesehatan.

Selain itu, Kemenparekraf / Baparekraf sebelumnya telah melakukan simulasi pembukaan dan pelaksanaan protokol kesehatan di bioskop sejak Juli 2020.

Simulasi ini bertujuan agar semua pihak baik pelaku usaha maupun masyarakat memahami prosedur yang harus dilakukan.

Sekarang yang dibutuhkan adalah protokol kesehatan dijalankan dengan disiplin dan perhatian penuh. “Kepedulian yang tinggi kepada sesama dan tentunya yang tidak kalah pentingnya adalah kepedulian terhadap pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Wishnutama.

Baca juga: Kemenparekraf mengajak masyarakat belajar fotografi dan desain

Pemprov DKI Jakarta sebelumnya menyatakan telah membuka kembali sejumlah kegiatan sosial di ruang publik pasca diberlakukannya Transisi Skala Besar Sosial (PSBB). Salah satunya adalah bioskop.

Ketua Koalisi Pengusaha Sinema Indonesia (GPBSI) Djonny Sjafruddin menyambut baik pembukaan kembali bioskop.

Baca:  Kemenparekraf rumuskan strategi pemasaran usaha wisata selam saat pandemi

Hingga 21 Oktober 2020, di DKI Jakarta beberapa jaringan bioskop sudah kembali beroperasi. Untuk jaringan Cinepolis yang sudah beroperasi di Tamini, Pluit, Cibubur, Plaza Semanggi, dan Gajah Mada.

Sementara itu, jaringan CGV juga telah beroperasi kembali untuk CGV Grand Indonesia, CGC Garden City, CGV Green Pramuka, dan CGV Transmart Cempaka Putih.

Baca juga: Kemenparekraf gencar berpromosi untuk menghidupkan kembali pariwisata Indonesia

Djonny mengatakan, dibukanya kembali bioskop di DKI Jakarta akan berdampak besar bagi industri film secara keseluruhan. Pasalnya, DKI Jakarta, khususnya Jabodetabek, telah menjadi barometer industri perfilman nasional serta film MPAA (Motion Pictures Association of America).

“Kami menyambut baik, meski baru 25 persen pengunjung belum mencapai ekonomi untuk berbisnis,” kata Djonny.

Untuk itu, ia berharap Pemprov dan jajaran yang menangani COVID-19 bisa kembali mengkaji ulang batasan penonton di setiap tayangan. Menurutnya, industri sudah siap menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

“Cinepolis dan CGV sebelum dibuka kembali operasionalnya kemarin juga dilakukan penilaian oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta dan dinyatakan lolos. Tapi intinya, industri kita siap melaksanakan aturan yang ditetapkan pemerintah,” kata Djonny Sjafruddin.