Menparekraf pastikan bioskop terapkan protokol kesehatan dengan baik

Menparekraf pastikan bioskop terapkan protokol kesehatan dengan baik

Jakarta (ANTARA) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio memastikan bioskop menerapkan protokol kesehatan yang baik.

Wishnutama Kusubandio, Sabtu, mengatakan telah mengeluarkan pedoman pelaksanaan Hygiene, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) untuk sektor hotel, restoran dan bioskop bersamaan dengan peluncuran kampanye nasional "Indonesia Peduli".

Jangan tiba-tiba buka tapi sosialisasi belum terlaksana dengan baik, karena apapun risiko COVID-19 harus dihindari dan saya tidak bosan menyampaikan bahwa sektor yang dibina pariwisata dan ekonomi kreatif dapat menjalankan protokol dengan baik, benar, dan disiplin. kata Wishnutama.

Baca juga: Pekerja film dituntut kreatif saat pandemi COVID-19

Untuk itu, pihaknya langsung melakukan survei kesiapan penerapan new normal protocol kepada salah satu eksibitor, Cinema XXI, di Plaza Senayan, Jakarta, Jumat (10/7).

Persiapan melihat sendiri standar baru yang telah ditetapkan oleh pengelola bioskop. Mulai dari pengecekan suhu tubuh di pintu masuk, proses antrian tiket, membeli makanan yang bisa dilakukan dengan memesan melalui aplikasi, studio sebagai lokasi pemutaran film, dan papan informasi.

Semua proses ini telah diselesaikan dengan jarak fisik yang baik, termasuk ketersediaan hand sanitizer di setiap sudut dan kesiapan staf untuk dilengkapi dengan alat pelindung diri yang diperlukan. Mulai dari sarung tangan, masker, dan masker wajah.

Baca juga: Kemenparekraf mengajak masyarakat nonton film Indonesia berkualitas di rumah

“Tidak hanya di teater, kami juga melihat simulasi penerapan protokoler di berbagai subsektor lainnya seperti hotel, restoran, dan destinasi wisata,” kata Wishnutama.

Menurutnya, simulasi ini penting dilakukan agar semua pihak baik pelaku usaha maupun masyarakat umum memahami prosedur yang harus dilakukan, sehingga jika ada keputusan untuk membuka kembali bioskop tersebut, kegiatan dapat berjalan dengan lancar namun tetap aman dari COVID-19.

Baca:  Promosi Indonesia di Kota Tua Warsawa Polandia tarik perhatian

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya telah mengeluarkan izin bagi pengelola bioskop untuk kembali beroperasi mulai 29 Juli 2020 dengan menerapkan protokol yang ketat.

Baca juga: Parafrase mengingatkan protokol kesehatan sebelum membuka tujuan

Menanggapi hal tersebut, Wishnutama mengatakan, keputusan membuka sektor destinasi atau ekonomi kreatif berada di bawah kendali pemerintah daerah dengan memperhatikan tiga hal. Yakni status COVID-19, kesiapan regional dan adopsi protokol kesehatan itu sendiri.

“Itu yang kita lakukan sekarang, jadi setiap (bioskop) buka kita siap. Dengan pedoman protokol kesehatan yang salah satunya di bidang perfilman, saya berharap industri bisa kembali produktif, mulai dari produksi, perfilman dan berbagai kegiatan lainnya yang memakan waktu lama. bulan. berhenti, "kata Wishnutama.