Pekerja seni diharapkan bantu bangun kesadaran masyarakat jalani protokol kesehatan

Pekerja seni diharapkan bantu bangun kesadaran masyarakat jalani protokol kesehatan

Jakarta (ANTARA) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio meminta kepada para selebritis atau seniman untuk membantu menyebarkan dan membangun kesadaran masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan.

Wishnutama Kusubandio usai mendampingi Presiden Joko Widodo menemui sekitar 30 seniman yang terbagi dalam dua sesi pada Selasa (14/7/2020) di Istana Merdeka, Jakarta, mengatakan, masyarakat di beberapa daerah masih belum menyadari pentingnya pelaksanaan protokol kesehatan. ketat di tengah. Epidemi covid19.

“Presiden berharap seniman bisa membantu protokol kesehatan suara agar lebih didengar, disosialisasikan dan dilaksanakan oleh masyarakat luas,” kata Wishnutama dalam keterangannya, Rabu (15/7/2020).

Baca juga: Kemenparekraf menerbitkan panduan protokol kesehatan hotel dan restoran

Turut hadir dalam pertemuan tersebut artis antara lain Soleh Solihun, Raffi Ahmad, Butet Kertaradjasa, Ari Lasso, Andre Taulany, Cak Lontong, Yuni Shara, Tompi, Atta Halilintar, Desta, dan lainnya.

Menparekraf mengatakan bahwa seniman memiliki komunitas dan penggemar sehingga diharapkan sosialisasi bisa lebih dilakukan dengan caranya sendiri.

“Dengan cara ini mereka akan lebih kreatif, unik, dan menyenangkan sehingga bisa membantu mensosialisasikan protokol kesehatan dengan baik sehingga bisa didengar atau diamati oleh masyarakat,” kata Wishnutama.

Dalam kesempatan itu, para artis juga memberikan masukan tentang apa yang mereka temui saat wabah.

Baca juga: Kemenparekraf dorong operator hotel dan restoran mengadopsi protokol kesehatan

Perwakilan Produk dan Kegiatan Pariwisata (Events) Kemenparekraf / Baparekraf Rizki Handayani mengatakan, bersama sejumlah kegiatan penyelenggaraan paguyuban, pihaknya saat ini sedang menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk penyelenggaraan kegiatan.

Diskusi membahas mulai dari apa yang harus dilakukan oleh penyelenggara, penonton, vendor, seniman sebagai subyek dari kegiatan penyelenggaraan. Diskusi juga menyoroti objek dalam menjalankan kegiatan mulai dari perlengkapan, arus pengunjung, sistem penjualan tiket, penjualan makanan dan lain-lain. Semuanya diatur berdasarkan faktor kebersihan, kesehatan, kesehatan dan kelestarian lingkungan.

Baca:  Kemenparekraf gelar Training of Trainer Pendampingan Desa Wisata bagi dosen

Oleh karena itu, diharapkan pelaksanaan kegiatan dapat terus berjalan, dan para pekerja seni dapat kembali produktif namun tetap aman terhadap COVID-19 di era adaptasi dengan kebiasaan baru.

“Kita memasuki pertemuan ketiga dan kita berharap pertemuan berikutnya bisa disepakati sehingga bisa disampaikan ke Menteri untuk dijadikan protokol kesehatan di bidang penyelenggaraan acara,” kata Rizki Handayani.

Baca juga: Parafrase memastikan teater menggunakan protokol kesehatan dengan benar

Namun, dia menegaskan, Kemenparekraf / Baparekraf hanya menyusun pedoman pelaksanaan protokoler, sedangkan perizinan tetap menjadi kewenangan pemerintah daerah.

“Perizinan penyelenggaraan kembali berbagai kegiatan atau acara menjadi kewenangan pemerintah daerah dan Satgas Penanganan COVID-19 daerah tersebut,” kata Rizki Handayani.