Pelaku parekraf diajak gunakan platform digital dalam komunikasi krisis kepariwisataan

Pelaku parekraf diajak gunakan platform digital dalam komunikasi krisis kepariwisataan

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengajak pelaku usaha di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif untuk memanfaatkan berbagai platform digital dalam menghadapi komunikasi krisis pariwisata.

Kepala Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Agustini Rahayu, Rabu, mengatakan digitalisasi tidak bisa dihindari dalam melakukan komunikasi krisis. Ini karena digitalisasi dapat mempermudah penyampaian pesan kepada publik secara lebih cepat dan nyata.

“Kita tidak bisa menghindari digitalisasi untuk menyampaikan krisis, dan saya berharap paramedis lebih aktif di platform digital sekalipun relasi masyarakat di dunia pariwisata tidak tergantikan,” kata Agustini.

Baca juga: Kemenparekraf sosialisasikan penerapan protokol kesehatan CHSE kepada ekspatriat India

Dalam memaksimalkan digitalisasi untuk menghadapi manajemen krisis, diperlukan juga teknik-teknik tertentu. Seperti biasa menganalisis apa yang sedang dibicarakan orang di media sosial, bagaimana menyampaikan pesan yang menarik dan jelas.

“Penggunaan caption yang tidak terlalu panjang dan menarik juga akan sangat efektif untuk komunikasi yang baik,” kata Agustini.

Peneliti Media dan Komunikasi Digital Detta Rahmawan mengatakan bahwa penulisan iklan dalam krisis komunikasi itu penting. Pasalnya hal ini akan mempengaruhi reaksi netizen di media sosial.

“Kita harus bisa menulis dengan nada komunikasi yang tepat, empati yang humanis, dan menyampaikan harapan. Kita juga bisa menyampaikan pesan yang tulus, tidak berlebihan atau dibuat-buat. Oleh karena itu, kita bisa menggunakan pesan yang singkat, ringkas, mudah diingat dan hindari. jargon "Penting untuk selalu mempertimbangkan reaksi penonton," kata Detta.

Baca juga: Hotel dan restoran diminta memahami mekanisme pembiayaan travel grants

Detta juga menjelaskan bahwa untuk memfasilitasi penyelesaian konteks krisis untuk menentukan strategi komunikasi yang tepat, diperlukan pula pencarian percakapan digital. Anda melakukan ini dengan menggunakan aplikasi untuk memantau media sosial, berita online.

Baca:  Kemenparekraf harap komitmen banyak pihak jalankan dana hibah Pariwisata

“Ada platform analisis yang bisa membantu kita mempelajari percakapan yang ada di dunia digital. Kita bisa menggunakan media sosial untuk strategi komunikasi kita ke depan, terutama dalam hal krisis. Kenapa? Karena dalam krisis komunikasi terkadang apa itu. Krisis bisa dimulai oleh banyak orang. orang di luar sana dan kemudian kita bisa menghadapinya, "kata Detta.

Baca juga: Kemenparekraf bekerja sama dengan 12 mitra Travel Co-Branding di Bali

Sementara itu, pakar Bank Dunia, USAID, dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kunto Adi Wibowo, mengatakan meski komunikasi tidak bisa menyelesaikan segalanya, setidaknya komunikasi penting untuk mencari jalan keluar dari masalah.

“Komunikasi tidak bisa menyelesaikan semuanya, tapi komunikasi itu penting. Meski itu bukan obat untuk semua masalah. Dengan komunikasi yang baik, kita temukan strategi komunikasi untuk membantu menyelesaikan masalah yang ada,” kata Kunto.