Pelaku parekraf didorong mengasah kemampuan menulis pada era normal baru

Pelaku parekraf didorong mengasah kemampuan menulis pada era normal baru

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendorong pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) mengasah kemampuan menulis di era normal baru.

Pelaksana Tugas Direktur Industri Musik Kreatif, Seni Pertunjukan, dan Publikasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mohammad Amin, mengatakan pada Sabtu untuk mendukung hal tersebut, pihaknya menggelar acara Penulisan Kreatif dari Rumah yang diselenggarakan di bawah arahan Presiden Jokowi.

Untuk menyikapi dampak COVID-19, Presiden Jokowi mengeluarkan langkah mitigasi yang harus diperhatikan, yakni perlindungan sosial, aktivitas padat karya, serta memberikan stimulus bagi pelaku usaha pariwisata dan kreatif. Ketiga hal itu dilakukan agar sektor pariwisata dan ekonomi kreatif beserta karyawannya bisa bertahan di tengah pandemi, ujarnya.

Baca juga: Industri pariwisata di Bali menyatakan siap untuk hidup normal

Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) sejak 17 Mei 2020. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada masyarakat Indonesia untuk menyampaikan karya tulis berupa karangan dan cerpen. Naskah yang dikirimkan telah mencapai 1.076 karya.

Benar-benar melebihi ekspektasi. Kami mengira yang mengirimkan tulisannya sekitar 500 orang, karena kami hanya memberi mereka waktu 2 minggu untuk menulis. Tetapi partisipasi mencapai 1.076. Hal tersebut menunjukkan tingginya semangat pelaku ekonomi kreatif dalam menghasilkan karya, kata Mohammad Amin.

Kritik Akademik dan Sastra Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) Prof Melani Budianta mengatakan esai dan cerpen adalah dua hal yang berbeda.

Esai adalah penjelasan tentang suatu gagasan atau observasi yang ditulis dalam penalaran komunikatif berdasarkan data dan penataan kembali pengetahuan yang dimiliki penulis, kata Melani. Sedangkan cerpen merupakan karya imajiner yang diolah menjadi sebuah produk komunikasi yang indah.

Baca:  Restoran melayang Dinner in the Sky di Belgia kembali dibuka

Baca juga: Enam bisnis pariwisata sedang diuji untuk menjalankan protokol normal baru

Meskipun mungkin saja cerpen dapat menyusun pengamatan di sekitarnya menjadi sebuah karya imajiner dan mengandung unsur esai yang berbeda. Unsur-unsur cerpen itu sendiri meliputi tokoh, jalan cerita, dialog, dan cara penyajian sudut pandang. Inilah yang membedakan cerpen dengan karangan, kata Melani.

Penulis Agus Noor menambahkan bahwa kekuatan utama esai terletak pada personalisasi ide dan pemikiran.

Esai memiliki kekuatan untuk membujuk, membujuk, atau memikat pembaca dengan ide dan gaya penulisannya. Sehingga kita benar-benar mendengarkan refleksi atau gagasan pribadi penulis, kata Agus.

Kegiatan Menulis Kreatif dari Rumah ini adalah momen yang tepat. Karena bisa dibayangkan apa yang dialami bangsa Indonesia selama wabah ini. Bagaimana perasaannya, amarahnya, kesepiannya, dan semua masalah manusia. Hal tersebut terlihat dari tulisannya. Sehingga bisa menjadi cerminan sejarah dan sosiologi seseorang, kata Agus.

Baca juga: Parafrase memberikan protokol normal baru untuk tujuan pariwisata

Agus Noor juga mengatakan bahwa idenya bukan diciptakan, tetapi diciptakan.

Jika idenya ditemukan berarti orang tersebut malas, karena dia menunggu. Ide bisa dibuat dari mana saja, dari ngobrol dengan teman, atau dari berita. Kunci mendapatkan ide adalah dengan meningkatkan kepekaan atau kepekaan kita terhadap lingkungan, kata Agus.

Kesabaran menikmati prosesnya, kata Agus, menjadi kunci terciptanya karya tulis yang baik.