Pemkot Bandung harapkan aktifnya pesawat jet di Husein angkat pariwisata

Bandung (ANTARA) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berharap dengan diaktifkannya kembali Bandara Husein Sastranegara yang melayani pesawat jet dapat semakin meningkatkan sektor pariwisata di ibu kota Jawa Barat itu.

Walikota Bandung Yana Mulyana mengatakan, sejak tidak ada penerbangan jet pada Juli 2019 lalu, jumlah wisatawan ke Bandung mengalami penurunan.

“Okupansi penumpang (pesawat jet) juga cukup besar sehingga diharapkan pariwisata lokal pulih kembali,” kata Yana di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Kamis.

Baca juga: Masker adalah kunci pengendalian COVID-19

Sejak Juli 2019, sejumlah maskapai penerbangan di Bandara Husein Sastranegara telah dialihkan ke Bandara Internasional Kertajati Jawa (BIJB), Majalengka. Sedangkan di Bandara Husein Sastranegara yang masih beroperasi adalah pesawat jenis propeller dengan rute domestik.

Menurut Yana, hal tersebut menyebabkan penurunan sektor pariwisata di Kota Bandung karena jarak yang cukup jauh bagi wisatawan jika ingin ke Bandung dari BIJB.

Baca juga: Uji klinis calon vaksin COVID-19 hanya untuk warga yang tinggal di Bandung Raya

“Seharusnya dia (turis) ke Kertajati dan butuh transportasi, lagi-lagi mungkin akan berakhir di sekitar Kertajati untuk kunjungannya, kalau di sini jelas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Dewi Kenny Kaniasari mengatakan, jumlah wisatawan yang menuju ke Bandung sudah menurun hingga 80 persen sebelum merebaknya COVID-19, atau di waktu normal.

Menurut dia, pemindahan pesawat jet dari Bandara Husein Sastranegara ke BIJB Kertajati menjadi salah satu faktor penyebabnya.

“Hampir 80 persen (turun), yang sebelumnya rata-rata terakhir pada 2019 pada 7,9 juta wisatawan, kini menurun ketika sebagian dari rute jet ini dialihkan ke Kertajati,” ujarnya.

Baca:  PTN Pariwisata gelar wisuda virtual bagi sebanyak 2.746 lulusan