Pengunjung Kebun Raya Bogor menurun akibat penerapan wajib perlihatkan hasil tes

Pengunjung Kebun Raya Bogor menurun akibat penerapan wajib perlihatkan hasil tes

Bogor (ANTARA) – Wisatawan yang berkunjung ke Kebun Raya Bogor saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) ditolak setelah pemerintah memberlakukan aturan wajib untuk menunjukkan hasil uji antigen cepat atau negatif hasil uji geser PCR mulai Kamis, 24 Desember 2020.

Manajer Humas Kebun Raya Bogor (KRB) Zainal Arifin di Kota Bogor, Minggu, mengatakan pengunjung Kebun Raya Bogor pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu, sekitar 3.000 hingga 4.000 orang.

"Kalau Sabtu pengunjung hanya 2.000, turun 30 persen menjadi 40 persen," kata Zainal Arifin.

Baca juga: Taman Safari Bogor "Ajaib" 2.020 Botol Bekas ke Pohon Natal

Zainal menjelaskan, penerapan aturan wajib untuk menunjukkan hasil tes antigen rapid test atau tes usap PCR negatif diberlakukan bagi pengunjung dari luar Bogor, sedangkan pengunjung dari Kota Bogor dan Kabupaten Bogor diminta menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk memastikan tempat tinggalnya di Bogor.

Sejak berlakunya aturan, wajib menunjukkan hasil tes antigen cepat atau hasil tes usap PCR negatif, mulai Kamis (24/12), kata Zainal, ratusan orang batal berkunjung ke Kebun Raya Bogor, karena dilarang masuk.

Pengelola Kebun Raya Bogor membuka dua pintu masuk bagi pengunjung pada akhir pekan dan hari libur nasional, yaitu pintu utama atau pintu I di Jalan H Juanda dan pintu III di Jalan Raya Pajajaran.

Baca juga: Gubernur: Wacana Jabar Wisatawan Wajib Bawa Hasil Tes Antigen Cepat

Zainal menjelaskan di pintu masuk, pengamanan pengunjung dilakukan oleh petugas tiket, Satpam Kebun Raya Bogor, dan diawasi oleh petugas dari Satpol PP Kota Bogor.

Padahal, pada hari pertama berlakunya peraturan tersebut, diwajibkan untuk menunjukkan hasil tes antigen negatif atau hasil tes usap PCR, serta pengawasan dari petugas kepolisian. “Pada hari pertama peraturan ini diberlakukan, Walikota Bogor berkunjung ke Kebun Raya Bogor,” ujarnya.

Baca:  Ini empat pilihan tempat liburan untuk menyepi dari keramaian

Baca juga: TSI Bogor Siapkan "Circus Street Carnival" di Malam Tahun Baru

Menurut Zainal, penerapan aturan tersebut harus menunjukkan hasil rapid test antigen negatif atau hasil swab test PCR berdasarkan Surat Edaran Bogor Nomor 440.45-911 2020, serta Surat Edaran Satgas Kota Bogor COVID-19 Nomor 01 / STPC.BGR / XII 2020 .

Tujuannya untuk mencegah penyebaran virus korona. Manajemen Kebun Raya Bogor mendukung langkah Pemerintah Kota Bogor dalam mencegah penyebaran COVID-19 saat libur Nataru 2020, ”ujarnya.

Pengelola Kebun Raya Bogor, kata dia, berharap wabah COVID-19 segera berakhir, sehingga situasi bisa kembali normal.