PHRI dorong pelaku hotel dan restoran tetap optimistis meski pandemi COVID-19

PHRI dorong pelaku hotel dan restoran tetap optimistis meski pandemi COVID-19

Jakarta (ANTARA) – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) terus mendorong anggotanya, yakni para pelaku industri perhotelan dan restoran, untuk tetap optimis dan inovatif di tengah pandemi COVID-19.

Ketua BPD PHRI DKI Jakarta Krisnadi di Jakarta, Rabu, mengatakan, pihaknya akan terus memotivasi anggotanya agar tetap termotivasi untuk berjuang dan produktif.

“Selama pandemi COVID-19, industri hotel dan restoran merasakan dampaknya terhadap penurunan tingkat hunian dan harga jual kamar mereka,” ujarnya.

Baca juga: Program CHSE membentuk dukungan pemerintah untuk hotel dan restoran

Karena itu, pihaknya berencana menggelar Musda XV BPD PHRI DKI Jakarta dengan tema "Bersama PHRI Tingkatkan Pariwisata Jakarta".

“BPD PHRI DKI Jakarta akan terus berupaya membantu anggotanya memperjuangkan kenyamanan menjalankan usahanya, baik fasilitas dengan kebijakan dan regulasi perpajakan yang berlaku,” jelas Krisnadi.

Selain itu, BPD PHRI DKI Jakarta juga mencermati penegakan dan pelaksanaan protokol kesehatan di hotel dan restoran yang mengacu pada protokol kesehatan di hotel dan restoran serta mengacu pada protokol kesehatan dari Kementerian Kesehatan, Kemenparekraf, pemerintah kabupaten melalui keputusan gubernur / SK Kadisparekraf DKI, dan pedoman pelaksanaan protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh PHRI pusat.

Dia mengakui, sejak merebaknya COVID-19, industri hotel dan restoran di Jakarta mengalami kerugian yang sangat besar.

Penurunan okupansi hotel yang sangat signifikan dan penutupan sejumlah hotel merupakan periode terparah bagi hotel-hotel di Jakarta.

Baca juga: Tingkat hunian hotel di Kota Bogor minggu ini sekitar 41 persen

Krisnadi menjelaskan, periode PSBB semakin parah, tercatat Mei 2020 menjadi sangat dilema, industri perhotelan harus memberikan THR kepada karyawan.

Pada Mei 2020, 100 hotel ditutup karena wabah tersebut, dengan 1.500 pekerja dideportasi, terutama untuk pekerja harian dan pekerja kontrak.

Baca:  Masyarakat disarankan terapkan lima langkah saat berwisata agar tetap aman saat pandemi

Meski kini berangsur membaik dengan tingkat hunian kamar rata-rata 30 persen.

“Namun, pemerintah pusat telah berupaya membantu industri hotel dan restoran dengan berbagai kebijakan, seperti mengisi kamar hotel dengan pasien COVID-19 OTG (asimtomatik), dan memberikan pendampingan ke hotel,” kata Krisnadi.

Baca juga: Kemenparekraf sedang menyiapkan tatanan normal baru untuk sektor pariwisata NTB

Sayangnya, kata dia, dibandingkan kebalikannya dengan Pemerintah DKI Jakarta, sejauh ini belum ada upaya kebijakan untuk membantu penurunan industri perhotelan di Jakarta. Padahal, penerapan PSBB menambah penurunan jumlah hotel di Jakarta.

Pengelola hotel mengalami dilema dalam membatasi jumlah tamu saat menggelar acara di hotel, antara lain ditegur oleh pemerintah daerah, karena takut membuat grup baru, atas permintaan tamu yang ingin.
relaksasi total.

“Permintaan kami kepada Pemprov DKI Jakarta adalah untuk meringankan atau menunda pembayaran PBB, serta permintaan pengurangan besaran pajak iklan untuk Pemprov DKI Jakarta,” kata Krisnadi.

Sesuai dengan AD / ART PHRI Pasal 25 ayat 1a tentang Penyelenggaraan Musda yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali, BPD PHRI DKI Jakarta akan menyelenggarakan Musda XV BPD PHRI DKI Jakarta Tahun 2020 dalam periode 2015-2020.

Agenda musda adalah pemilihan Kepala BPD PHRI periode 2020-2025 pada 3 Desember 2020 di Amos Cozy Hotel & Convention Hall yang akan dihadiri oleh Pimpinan PHRI DKI Jakarta dari hotel, restoran, lembaga pendidikan pariwisata, dan perusahaan.