Semua objek wisata di Jateng wajib terapkan pemeriksaan tes cepat

Semua objek wisata di Jateng wajib terapkan pemeriksaan tes cepat

Magelang (ANTARA) – Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Sinung Nugroho Rachmadi mengatakan, seluruh tempat wisata di Jawa Tengah wajib melakukan rapid test, baik antibodi maupun antigen, kepada wisatawan untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19.

“Dalam kondisi tertentu dilakukan tes swab dan sudah kami komunikasikan dengan tim terpadu kabupaten / kota melalui surat dari gubernur kepada bupati / walikota sesuai dengan dinas teknis masing-masing,” ujarnya di Magelang, Sabtu.

Hal itu disampaikannya usai memantau pelaksanaan rapid antigen testing di Gedung Borobudur Tourist Information Center (TIC).

Pihaknya tidak hanya menyampaikan hal tersebut ke Dinas Pariwisata tapi juga silaturahmi.

Baca juga: Berikut 11 lokasi di Jawa Tengah yang jadi titik operasi uji keadilan dan antigen

Hal tersebut menjadi salah satu tolak ukur perluasan COVID-19 yang hasilnya akan diketahui pada minggu kedua Januari 2021 karena periode libur ini baru akan diketahui hasilnya dua minggu setelah libur Natal dan Tahun Baru 2021.

Kajian sementara dari pantauan laporan jelang libur natal antara kemarin dan hari ini, ia mengatakan, Insya Allah disiplin dan proses pengecekan wisatawan serta mobilitas warga di tempat wisata berpotensi menunjukkan kedisiplinan dan kerjasama yang baik.

"Baik di lokasi wisata maupun di rest area mereka antusias dan bisa memahami kebijakan pemerintah daerah untuk melakukan uji antigen dan swab secara cepat," ujarnya.

Baca juga: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dukung pengembangan desa wisata

Ia mengatakan, sebenarnya quick test sudah dimulai pada 23 atau 24 Desember 2020, namun pemesanan serentak sebelum libur Natal kemarin pada 18 Desember 2020 sudah mulai memantau pergerakan mobilitas masyarakat.

Mengenai target wisata wisata tahun ini, memberikan kebebasan dan keleluasaan dalam wisata wisata, sebagaimana disepakati semua orang, tidak lagi berbicara tentang target, tetapi berbicara untuk fokus menangani dan mengatasi COVID-19.

Baca:  Taman Safari Bogor peringati tiga tahun kedatangan Huchun dan Caitao

“Oleh karena itu kita sisihkan target-target sektoral, baik itu pariwisata, perhotelan, yang merupakan gerakan gotong royong kemudian bisa dilakukan bersama-sama untuk mencapai target kelangkaan setelah wabah mereda. Tidak perlu target, kita semua menyesuaikan diri dengan keadaan. adalah situasi kritis, "katanya.

Baca juga: Ada Wisata Eksplorasi Mangrove di Demak

Ia mengatakan kunjungan wisatawan ke Jawa Tengah hingga September 2020, wisman yang berkunjung ke Jateng sebesar 9,25 juta dari target 50 juta, sedangkan kunjungan wisman sebanyak 57 ribu atau turun tajam dari tahun lalu menjadi 680 ribu wisman.

“Untuk wisman lebih didominasi oleh non wisman melainkan ekspatriat sehingga tidak datang dari luar negeri karena ditutup penerbangan internasional,” ujarnya. *