Taman Wisata Ragunan ditutup kembali mulai 14 September

Jakarta (ANTARA) – Taman Margasatwa Ragunan di Kota Jakarta Selatan akan ditutup kembali untuk pengunjung mulai 14 September 2020 seiring dengan diberlakukannya Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Kita ikuti saja arahan pimpinan, disuruh tutup, disuruh buka,” kata Kepala Unit Promosi Taman Margasatwa Ragunan Ketut Widarsana saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Ketut mengatakan, perintah penutupan tempat wisata dan hiburan, termasuk Ragunan, disampaikan melalui jumpa pers Gubernur DKI Jakarta pada Rabu (9/9).

Namun, lanjut Ketut, pihaknya masih menunggu instruksi resmi dari Pemerintah Pusat terkait penegakan lebih lanjut PSBB di DKI Jakarta, termasuk penutupan Ragunan.

Baca juga: BMKG memperkirakan cuaca di Jakarta akan cerah

“Dari pimpinan sebenarnya diperintahkan tutup tanggal 14 September, tapi saya juga mendapat informasi dari media. Katanya nanti ada pengumuman bersama pemerintah pusat mungkin sore hari, pengumuman seperti apa yang akan diambil pemda dari pemerintah pusat,” kata Ketut. .

Ketut menjelaskan, penutupan Ragunan kali ini sama dengan dimulainya PSBB yang ditetapkan pada 14 Maret 2020, yaitu penutupan semua layanan bagi pengunjung. Namun untuk perawatan hewan, kandang, kebersihan lingkungan dan infrastruktur di Ragunan tetap berjalan sesuai dengan ketentuan PSBB.

Baca juga: Ragunan Ada Virtual Tour dengan Siamang Kamis Ini Pukul 10.00

“Semua pelayanan pengunjung ditutup tapi maintenance kembali normal di PSBB seperti biasa, nanti ada petugas yang akan diatur melalui surat tugas,” ujarnya.

Pengunjung berfoto satwa saat mengunjungi Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta, Sabtu (20/6/2020). Pemprov DKI Jakarta sudah mulai membuka tempat wisata dengan sejumlah tata tertib kesehatan yang wajib diikuti pengunjung. ANTARA FOTO / Akbar Nugroho Gumay / aww.

Ada juga petugas yang masuk atau bekerja dari rumah (WFH), ada juga yang menjaga lumbung, membersihkan lumbung, menjaga hewan, taman serta kebersihan sarana dan prasarana. “Hanya layanan pengunjung saja yang ditutup,” ujarnya.

Sejak dibuka kembali pada 20 Juni 2020, Ragunan sudah ramai dikunjungi masyarakat untuk berwisata di tengah wabah, dengan kapasitas pengunjung terbatas hanya 1.000 pengunjung.

Baca:  Menparekraf dorong pengembangan ekonomi kreatif di sekitar kawasan Danau Toba

Baca juga: Ragunan mulai dibuka kembali khusus untuk warga dengan KTP DKI Jakarta Sabtu ini

Ketut menambahkan, Ragunan siap mengikuti aturan pemerintah jika diminta menutupnya.

“Kita ikuti peraturan pemerintah kalau dinasehati tutup, jadi kita siap tutup lagi, asalkan meski kita tutup pemeliharaannya tetap berjalan seperti biasa,” kata Ketut.

Baca juga: Selidiki Fase Akhir 'Virus Corona' di Jakarta

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui akun Instagram resminya @aniesbaswedan mengunggah informasi penutupan destinasi wisata di Ibu Kota mulai 14 September 2020.

Tak hanya Ragunan, penutupan pun dilakukan untuk seluruh destinasi wisata di Ibu Kota, sebanyak 27 tempat wisata, antara lain kawasan Monas, Ancol, TMII, sejumlah museum, Monumen Proklamasi, Pulau Cipir, Pulau Onrust dan lain sebagainya.